Kearifan Lokal Masih Terjaga Di Pedesaan

0
4

Palabuhanratu.Info ‘Palabuhanratu 19/3/2017, Gotong royong merupakan budaya yang harus tetap terjaga diperdesaan, meskipun diperkotaan sudah mulai terkikis seiring waktu berjalan, dan itu terjadi, akibat arus budaya global yang terus bergerak dalam hitungan detik.

Gotong royong, merupakan ke’aripan lokal yang mampu mewujudkan nilai nilai religius ditengah kehidupan masyatakat, dan itu terlihat disebuah kampung desa perbatasan, antara Jabar dan Banten, mereka sedang berupaya, bagaimana bisa membangun sebuah Masjid Jami yang merangkak dari nol.

Masyarakat kampung Jambu bodas Desa Gunung karamat kecamatan Cisolok, menamakan Masjid itu “AL – MUTABIR” mereka satu sama lain saling bantu, nilai nilai kebersamaan tetap terjaga, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, jiwa sosial mereka masih tertanam dan terpelihara, sehingga mereka berjiwa besar dan mampu mewujudkan impian bersama.

Kearipan lokal dengan nilai religius mampu membangun kesadaran masyarakat, bagaimana perwujudan “Habluminnallah & Habluminnanas” dipraktekan dalam kehidupan sehari hari, sehingga pembangunan Masjid “Al – Mutabir” yang di prakarsai oleh beberapah tokoh “H Abrag – Bpk Empar(Ewok) dan Mas Sugeng” berjalan lancar.

Namun bagaimanapun mereka, tidaklah sempurna, masih banyak kekurangan’nya, yakin, mereka masih membutuhkan bantuan dari hamba hamba Allah yang mau meringankan beban mereka, sehingga pembangunan Masjid Jami Al – Mutabir Kp Jambu bodas cepat selasai, ya kami masih kekurangan untuk upah kerja ahli, kata Bpk Empar (ewok) saat bicara dengan Palabuhanratu.Info, dilokasi kegiatan.

Kontributor: Asep s

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here