Peringatan “Isro Miraj” Adalah Momentum Evaluasi Diri Dan Introspeksi

0
3

Palabuhanratu.Info, Peringatan Isro Mi’raj 1438 H, adalah momentum renungan dalam melakukan Evaluasi diri dan berbenah, melewati berbagai kejadian dan peristiwa disetiap pergantian tahun, harusnya menjadi Refleksi untuk mengukur kadar dan nilai diri kita, dalam dua posisi, ya itu sebagai Hamba Allah dan Haliputullah.

Dalam ceramahnya, Ust “Ipong Suganda firdaus” berkata, 1500 Tahun kebelakang di Makah, sudah ada Pemimpin hebat bernama “Abu Hisam” (Amar bin Khisam) ia adalah ahli hukum dan ahli tatanegara, maka ia di juluki “Abul Hakam” (ahli Hukum) bukan hanya ahli Hukum, Abu Hisam” juga berhasil membangun kota Mekah, maka ia di juluki “Abul Bana” (Bpk Pembangunan) tapi kenapa kaum minoritas (Muslim) waktu itu menyebutnya “Abu Jahal” (orang bodoh)

Abu Jahal” ( Bpk yang bodoh) bukan berarti bodoh dalam pengertian umum, ia di juluki “Bpk yang Bodoh” karena “Amar bin Khisam” berpaling dari Firman – Petunjuk – dan perintah “ALLAH SWT” kata Ust “Ipong Firdaus” dalam penyampaian Thausiahnya, maka kaum Muslimin pada waktu itu masih (minoritas) menyebutnya “Abu Jahal” lalu bagaimana dengan kehidupan kita hari ini, adakah “Abu Jahal2″ yang masih berperan disetiap Level dan tahapan di Negeri yang kita cintai ini.

Peringatan” Isro Miraj “Nabi Muhammad SAW” 1438 H, jum’at malam 28/4/2017, yang digagas dan di selengarakan oleh Remaja Masjid bersama Karang Taruna Desa Gunungkaramat Kecamatan Cisolok Kab Sukabumi, betempat di halaman “Masjid AL KAROMAH” Dusun Karamatjaya, dengan Tema “Mari kita Tingkatkan Nilai Nilai Ukuwah Islamiyah”

Isro dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW” merupakan puncak Spiritual, hanya bisa dilakukan oleh Hamba Allah yang Spesial, Hamba Allah yang mampu melewati batasan Persepsi Manusia, dan “Muhammad SAW” bisa melewati itu.

Berbagai Peristiwa dan Sejarah mengisi kehidupan Nabi Muhammad SAW’ pada Abad Ke 7. Meliputi Dimensi : Sosial – Politik – Ekonomi – dan Budaya yang Khas, Rasul mengambil tindakan, merespons, dan mengekpresikan diri menyangkut manusia dan peristiwa yang terjadi atas dasar, Ke’Imanan’nya dan dalam Sinaran Moralnya.

Dengan memperingati “Isro Mi’raj” NabiMuhammad Saw” sebenarnya kita harus sadar, bahwa kita sedang berusaha mendekati kehidupan “Muhammad Saw” dari Perspektif kekinian, seraya merenungkan bagaimana ia bertutur pada kita dan apa yang ia ajarkan pada kita.

Sejumlah prinsip dasar tentang hubungan antara Keimanan dan kemanusiaan, Persaudaraan, Cinta, Kepahitan, Kehidupan masyarakat, Keadilan, Hukum, dan Peperangan.

Bagaimana Ekonomi keumatan hari ini, sementara umat sudah terjebak dalam cengkraman Ribawi “Bank Rentenir” para Pemangku Kebijakan masih belum menemukan Solusi Jitu, agar umat bisa terlepas dari Cengkraman Ribawi (Rentenir) System ekonomi Syari’ah, terlihat belum bisa diterima oleh masyarakat, maka melewati Peringatan “Isro Mi’raj” 1438 H, mari kita sadari, jangan sampai kita tergolong kedalam kelompok “Orang yang bodoh” (Abu Jahal) Orang orang yang berpaling dari perintah Allah, kata Ust “Ipong S Firdaus” mengakhiri Ceramahnya. (*)

Red. Jhony frana

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here