SIARAN PERS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NO. 47/HM/KOMINFO/04/2017

0
21

 

SIARAN PERS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NO. 47/HM/KOMINFO/04/2017

Tentang
Menuju Hari Kebebasan Pers Sedunia WPFD 2017 di Jakarta pada 3 Mei 2017

Pada tahun 1993, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan tanggal 3 Mei sebagai hari untuk memeringati prinsip dasar kemerdekaan pers, demi mengukur kebebasan pers di seluruh dunia. Adopsi dalam Sidang Umum PBB tersebut merupakan Rekomendasi dari Konferensi Umum UNESCO sesi ke-26 pada tahun 1991. Sejak saat itu, setiap tanggal 3 Mei diperingati sebagai hari kebebasan pers dan media, juga menjadi peringatan bagi komunitas pers di seluruh dunia dalam mempromosikan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers dan memberikan penghormatan kepada para wartawan yang gugur dalam tugas.
Pada Tahun 2017 ini, Indonesia dipercaya oleh UNESCO untuk menjadi Tuan Rumah dalam Hari Kebebasan Pers Dunia 2017 atau World Pers Freedom Day (WPFD 2017) yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2017 mendatang. Indonesia dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan Pers dan Media bersama Pemerintah menyelenggarakan serangkaian acara dan kegiatan keseluruhan WFFD  2017 pada tanggal 1 – 4 Mei 2017.
Adapun tema WPFD 2017 telah ditetapkan oleh UNESCO, yaitu “Critical Minds for Critical Times: Media’s role in advancing peaceful, just and inclusive societies”.
Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan bahwa Indonesia ditunjuk UNESCO sebagai tuan rumah WPFD 2017 karena berbagai alasan. Di antaranya, Indonesia merupakan negara majemuk dengan penduduk yang beragam. Selain itu, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.

Menuju WPFD 2017, telah dilakukan serangkaian kegiatan mempromosikan dan mensosialisasikan kegiatan WPFD sendiri.

  1. Sosialisasi awal telah dilaksanakan pada saat Peringatan Hari Pers Nasional di Ambon 9 Februari 2017
  2. Talkshow pada MNC News pada 17 April 2017 yang diikuti oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Menkominfo Rudiantara.
  3. FunWalk WPFD 2017 pada hari Minggu 23 April 2017 di Car Free Day Thamrin dan Sudirman Jakarta.

Menurut Yosep bahwa Indonesia telah menjadi contoh dari kebebasan pers di tingkat dunia dari tahun ke tahun sejak 2013 sampai dengan saat ini. Ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia. Indonesia telah diminta menjadi tuan rumah sejak 2014, namun karena di Indonesia sedang menyelenggarakan Pemilu dan juga kebutuhan transisi kepemerintahan, maka ditunda pada tahun 2017. WPFD 2015 diselenggarakan di Latvia, sedangkan WPFD 2016 disleenggarakan di Finlandia. Pada saat 3 Mei 2017 di Finlandia tersebut  UNESCO telah menyerahkan Tuan Rumah penyelenggaraan WPFD 2017 kepada Indonesia.

Indonesia dianggap memberikan Inspirasi karena di Indonesia terdapat 47.000 media yang dapat berjalan tanpa campur tangan Pemerintah dan telah menikmati kebebasan pers dengan regulator nya adalah dari masyarakat per situ sendiri yaitu Dewan Pers.

Rudiantara pada kesempatan FunWalk 23 April dalam rangka menuju WPFD 2017 menyampaikan kebebasan pers harus dijunjung tinggi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. Rudiantara mengatakan bahwa hoax harus ditata bersama-sama. Keterbukaan dan kebebasan harus ada tanggung jawab pada saat yang bersamaan. “Saya mendukung apa yang dilakukan Dewan Pers dan konstituennya untuk memerangi hoax.” pungkasnya.

Rudiantara menambahkan agar penyelenggaraan WPFD 2017 nantinya berjalan lancar dan yang terpenting berhasil dalam 2 hal yaitu sukses Penyelenggaraan termasuk logistik dan sukses Substansi. Rudiantara mengajak teman pers Indonesia untuk menghadiri WPFD yang akan dihadiri 1.300 jurnalis dalam dan luar negeri. “Kita mempunyai UU Pers tapi tidak punya Peraturan Pemerintah. Ini yang menjadikan tidak ada intervensi pemerintah. Hal ini kemudian yang akan menjadi rujukan bagi negara lain” jelas Rudiantara.

Mendekati hari penyelenggaraan menuju WPFD 2017 akan ada beberapa Talksgow di beberapa televisi nasional.

Jakarta, 24 April 2017

BIRO HUMAS
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Sumber : https://www.kominfo.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here