Pemimpin Bisa Menggerakan Sedekah Lewat Kebijakan

0
8

TRANSukabumi.com – Pemimpin di setiap tahapan mempunyai kesempatan untuk  berbuat kebajikan dalam membantu kesejahteraan ke’umatan, seperti menggerakan “SEDEKAH”  kata’ Kiai Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Tasik Malaya Jawa Barat beberapa waktu lalu sebelum lebaran, kepala daerah berkesempatan untuk bersedekah melalui berbagai kebijakan. seperti yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta “Dedi Mulyadi” dinilai, ia mampu menerapkan sedekah lewat kebijakannya.

lebih lanjut menurutnya, Kang “Dedi Mulyadi” sudah bersedekah melalui kebijakannya,” kata KH Abun Bunyamin Ruhiyat, Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung, usai buka puasa bersama di Pondok Pesantren Cipasung, di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya akhir pekan lalu.

Kewajiban sedekah berlaku bagi orang yang memiliki harta, kekuatan, ilmu, serta pemegang kebijakan. Dedi Mulyadi mewajibkan setiap siswa yang beragama Islam untuk belajar kitab kuning.

Selain itu, siswa dan pegawai diwajibkan memakai sarung seperti para santri Cipasung setiap Jumat. “Di Tasik Malaya saja tidak ada yang seperti itu. Melihat programnya ini, ya Saya mendukung Kang Dedi menjadi Gubernur Jawa Barat,” ungkap Kiai Abun” disambut tepuk tangan santri.

Jika kelak memimpin Jawa Barat, Kiai Abun berharap Dedi Mulyadi mampu menerapkan sedekah dalam setiap program kerja dan kebijakan pemerintah. hingga merata di setiap Kabupaten.

Amal baik dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan. Di antaranya,  bidang pendidikan, bidang irigasi, bidang penyediaan air bersih, bidang pertanian, pembangunan sarana keagamaan, dan bidang ilmu pengetahuan.

Menurut”Kang Dedi, Dinas-Dinas yang ada di Pemerintah punya kesempatan untuk melakukan amal jariyah, amal yang akan terus mengalir meski mereka sudah meninggal,” imbuhnya.

Selama Kiai Abun menyampaikan amanatnya “Dedi Mulyadi” tampak khusyuk mendengarkan dan sesekali terlihat menganggukkan kepala. Dedi yang saat itu mengenakan pakaian serba putih dan peci hitam itu duduk tepat di sebelah Kiai Jujun Junaedi, Pemimpin Pondok Pesantren Al Jauhari, Garut, Jawa Barat yang juga memberikan tausiah Ramadhan.

Kiai Abun menegaskan dalam setiap pemilihan kepala desa, kepala daerah, maupun pemilihan presiden tidak boleh mengabaikan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kenegaraan), dan ukhuwah islamiyah (persaudaraan keislaman). Ketiga unsur tersebut wajib diperhatikan tidak terjadi gesekan di internal masyarakat Jawa Barat.

Setelah proses awal ini tercapai, Kiai Abun berharap Dedi Mulyadi piawai mengelola empat hal. Yakni, ilmu para cendekiawan, keadilan pemimpin, kedermawanan orang kaya, dan doa dari kaum fakir miskin.

“Pengelolaan empat hal inilah yang dapat mendorong kemakmuran masyarakat Jawa Barat,” katanya.Tidak hanya  dititipi amanah, dalam silaturahmi itu Dedi Mulyadi didoakan oleh para kiai dan ribuan santri. (*)

Sumber : KOMPAS.com

Editor    : Jhony frana

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here